Dalam ranah marketing, iklan itu seperti udara. Jika kita tak beriklan bersiaplah produk dan jasa niscaya akan kehilangan nyawa.

Tujuan beriklan ada dua, yang pertama adalah untuk memberitahukan kepada khalayak mengenai manfaat dan kegunaan produk.

Pada type ini iklan yang disampaikan harus bersifat mengedukasi dan menjelaskan tanpa tendensi menggurui dan berbuih basa basi.

Type kedua untuk mengingatkan konsumen akan manfaat produk atau jasa yang kita miliki. Iklan yang disampaikan harus berulang dan terus menerus.

Sehingga tertanam dibawah sadar persepsi positif yang akan diingat dan menjadi pedoman keputusan membeli. Contoh : Jika ingin membuat sistem bisnis berbasis SOP tanpa pening, hubungi LSe Access aja!

Meski skup bisnis kita masih di level start up iklan mestilah dilakukan. Tentu harus diperhatikan budget yg sesuai dg kemampuan.
Yuk lihat semua media : disana bejibun iklan bersliweran mengedukasi, mengingatkan dan membujuk kita untuk memnggunakan produk mereka. Hatta produk sekelas Mc **nald, atawa sepatu Ni** yang menjadi jawara dunia sekalipun mereka glontorkan budget jutaan dollar untuk tetap dekat dibenak customer nya.

Saat ini dengan munculnya medsos sangat membantu untuk beriklan model indies low budget high impact. Fb, twitter, G+, Instagram bisa digunakan sebagai sarana mendekatkan diri dengan customer bahkan calon buyer potential.

Dalam methode pemasaran ini berlaku konsep pengalaman-pengetahuan-perubahan.
Pengalaman menggunakan produk/jasa kita yang menyenangkan dapat diceritakan kepada yag lain. Apatah lagi jika pengalaman itu adalah solusi yang banyak dibutuhkan mereka.

Ingat masih banyak  saudara, teman atau kolega kita yg mencari solusi tapi belum menemukan jalannya.

Niatkan iklan itu menebar info manfaat produk yang kita jual. Tidak ada salahnya khan sambil menyelam minum es degan ...memberitahu manfaat sambil mendapatkan pembeli.

Yuk kita beriklan dengan bercerita, berbagi dengan menampilkan gambar dan testimoni bagaimana asyiknya menggunakan produk/ jasa kita, Lagi dan lagi...sehingga akann terjadi perubahan dari yang  tidak tahu menjadi mau dari yang  belum tertarik menjadi ingin dan seterusnya.

Dan bukankah dunia ini juga masih berlaku hukum kasualitas ada sebab ada akibat. Siapa menanam akan menuai. Jangan bermimpi mendapat pembeli tanpa beriklan sama sekali. Bagaimana pendapat Anda? (LSe)
 
Top