Saya minta dibuatkan SOP terima beres saja Pak… karena team kami tidak memiliki waktu untuk membangun SOP.

Apakah ada template SOP untuk bisnis anu..sehingga Saya tinggal menjiplak dan tinggal memakainya saja?..

Bolehkah dibuatkan SOP untuk bisnis Saya mulai dari A-Z , sehingga  Saya tinggal menerapkannya saja?

Pertanyaan-pertanyaan diatas  beberapa kali saya terima melalaui telephone atau pesan singkat BBM dan whatsapp dari Pengusaha yang berniat membuat system untuk bisnis yang dikelolanya, tetapi tak mau “repot” melakoni rangkaian proses yang harus dilakukannya.

Pola pikir Instan mulai mewabah di masyarakat, ingin cepat beres tak perlu proses. Berminat menggapai  juara tak mau bersusah payah.

Lebih suka melihat hasil, kurang menghargai detail.  Pola pikir instan membuat Kita  malas , tak mau berusaha keras, tak suka bekerja cerdas, akhirnya tak ada kerja paripurna  tuntas.

Saya selalu mengedukasi client bahwa Standar Operating Procedure (SOP) bukanlah bahan kain yang diserahkan sepenuhnya ke penjahit dan tinggal menunggu proses yang mereka lakukan akan menggubah wujudnya menjadi gaun pengantin. 

Melainkan adalah bibit bulir padi yang harus di tanam sendiri, diberi air dan disiangi mulai petang hingga pagi. Tak bisa diwakilkan tak bisa diserahkan, karena Consultant ibaratnya sebagai pelatih yang memberi saran masukan, membuat target dan jadwal pencapain.Tak mampu memberi solusi tanpa saling bersinergi.

Jika membangun SOP sepenuhnya diserahkan ke pihak lain maka mustahil bisa diterapkan, karena eksternal diluar organisasi tak akan paham sepenuhnya apa yang dibutuhkan. Apalagi jika proses pembuatan SOP tanpa datang dan melihat langsung ke lokasi, tanpa observasi, tanpa menggali informasi, tanpa diskusi dan ferivikasi, amboi pasti SOP nya letoi. Nampak indah diatas kertas tapi tak bisa diimpelementasikan lugas.

Betapa sayangnya waktu, dana, tenaga dan pikiran yang tercurahkan jika pada akhirnya menjadi laku sia-sia tak berbuah kemudahan.

Jika SOP dibuat dari menjiplak contoh SOP yang telah dibuat sebelumnya, maka dia akan berakhir menjadi hiasan tanpa kesan karena isinya tak layak dijadikan panduan. 

Sungguh disayangkan iklan menawarkan kemudahan dikemas dalam bahasa menggiurkan dipoles testimoni menyesatkan. Mereka sekadar menjadikan Pengusaha yang dirundung kebingungan minim pengetahuan sebagai “sapi perah”  menguntungkan. 

Mengapa SOP harus dibuat sendiri oleh internal Organisasi? karena Andalah yang lebih  paham duduk perkara dan “jalan cerita” Organisasi yang Anda kelola sendiri

Mengapa SOP tak bisa dibuat dari “ mencontek” ide SOP sebelumnya hatta dari bidang bisnis yang sejenis? karena tiap organisasi bisnis itu unik dan tak dapat digeneralisasi  hanya dari melihat latar belakang kesamaan kegiatannya.

Berikut adalah poin-poin unik yang membuat SOP akan selalu “berbeda” satu dan lainnya;
  1. Visi Misi Perusahaan
  2. Tata nilai dan Kebijakan Organisasi
  3. Target/ Sasaran ideal organisasi
  4. Struktur Organisasi
  5. Proses Bisnis yang melahirkan Bisnis Map yang berbeda
  6. Refrensi mutu yang dianut tiap organisasi berbeda. Misal antara Perusahaan yang telah mengantongi ISO, SNI ataupun sertifikasi mutu lainnya akan menjadikan SOP unik.

Berikut ini hal yang harus juga diperhatikan, Postur Struktur Organisasi yang dimiliki akan berpengaruh terhadap seberapa banyak jenis SOP yang harus dimiliki.  Unit Kerja mempunyai tanggung jawab menyelesaikan Pedoman  SOP yang harus dituntaskan. Berikut contoh Korporasi besar, wajib menelurkan SOP sebagai berikut : 

  1. Pedoman Sistem Managemen Mutu
  2. Pedoman Sistem Managemen Lingkungan
  3. Pedoman Sistem Managemen Resiko
  4. Pedoman Sistem Pengadaan Barang dan Jasa
  5. Pedoman Sistem Korepondesni Surat menyurat
  6. Pedoman Sistem Keselamatan Kerja dan Lingkungan
  7. Pedoman-pedoman lainnya


Disinilah pentingnya kita cukup menggali dan memiliki Ilmu dan pengetahuan sebelum memutuskan. Penyesalan selalu timbul belakangan, karena jika penyesalan sebelum tindakan itu pendaftaran brooh hehehe…

Yuk bersemangat menjalani proses, meraih sukses dengan mengikuti kaidah tepat. Yakinlah meraih prestasi  memuaskan diperlukan perjuangan tak semudah membalik telapak tangan. Tapi disanalah akan melahirkan kepuasan karena kita tidak salah jalan dan mengambil keputusan..

Bukankah perbedaan orang berilmu dan tak memiliki ilmu itu sejauh bumi dan langit jaraknya, sebagaimana yang pernah diingatkan Baginda Nabi “Tidurnya orang berilmu lebih ditakuti syaitan dibanding dengan beribadahnya Ahli Ibadah yang tak berilmu semalam suntuk”. Bagaimana menurut Anda? (LSe)
 
Top