Pelaku-UKM-penting-menerapkan-SOP-bagi-bisnisnya


Usaha Kecil Menengah- UKM  bagi Indonesia menduduki peran strategis dalam Perekonomian Bangsa, mereka berkontribusi  60% dari Pendapatan Domestik Bruto dan menampung  97% Tenaga Kerja. (Data Statistik Bank Indonesia 2011) .

Di Medio April-Mei 2015 lalu Saya berkesempatan menjadi Coach Sistemasi SOP Bisnis bagi UKM diselenggarakan Bank Indonesia Tasikmalaya. Peserta  berasal dari beragam latar belakang bisnis yang berbeda sektor usaha : Kerajinan, Makanan maupun Fashion.  Program Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI) concern memberi perhatian pada pertumbuhan UKM agar on track di jalur yang tepat. Harapannya mereka berkembang menjadi bisnis yang sehat, kuat mampu bersaing di kancah persaingan hebat. 

Pada sesi pemaparan mindset pentingnya system bagi Bisnis, muncul pertanyaan : Apa pentingnya menerapkan SOP bagi UKM? Bisnis kami masih kecil apakah perlu dibuatkan SOP? Apakah tidak menimbulkan kesulitan daripada kemudahan jika kami harus membangun SOP sekarang disaat bisnis masih kecil?

Dalam dunia bisnis sebenarnya konsumen tak pernah membedakan ukuran, mereka hanya memahami konsep pasar   bahwa konsumen harus mendapatkan produk terbaik. Tak ada toleransi atas mutu produk jika ia dihasilkan dari Usaha Kecil Menengah.  Diperbolehkan produk yang diserahkan bermutu jelek tak memenuhi kualifikasi karena ia dihasilkan UKM.

Celakanya masih minim UKM yang  melek sistemasi produk. Hal ini disebabkan anggapan bahwa urusan standarisasi produk hanya berlaku dan bisa dipenuhi oleh Industri besar.
Padahal bagi UKM dengan memiliki Sistemasi  terutama SOP dapat meningkatkan daya saingnya. Mereka akan memiliki nilai tambah dibandingkan kompetitor yang belum menerapkan SOP  pada kegiatan bisnisnya. 

Melalui pendefinisian kualitas produk sesuai standar yang diinginkan konsumen, UKM akan “dicetak” melakukan proses produksi lebih efisien; kualitas SDM makin meningkat  dan manajemen organisasi sehat.


Penerapan SOP bagi UKM  akan mengundang manfaat dahsyat diantaranya :

  1. Terjaminya produk konsisten sesuai standar mutu konsumen  sehingga mampu mendongkrak kepercayaan konsumen  dan meningkatkan daya saing produk di pasar
  2. Efisiensi proses produksi karena penerapan standarisasi dalam organisasi 
  3. Kemampuan mengidentifikasi akar masalah dan kemampuan segera merumuskan solusi perbaikan jika terdapat  kesalahan proses produksi
  4. Perlindungan keselamatan, keamanan atau kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup

UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Jumlah UKM hingga 2011 mencapai angka sekitar 52 juta (Data DPP HIPMI). 

Tantangan nyata bagi UKM dihadapan salah satunya adalah kemampun memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.  Bagaimana bisa menyelesaikan pesanan berkualifikasi massal, dengan timing ketat ,mutu yang konsisten tetapi tak meninggalkan effisiensi dan terukur standarisasi produknya?

Kondisi diatas tak akan mampu dihadapi hanya mengandalkan cara lama  tanpa memiliki sistem. Penting! mereka harus menggunakan SISTEM, permasalahannya UKM sangat sulit menerapkan SISTEM. Saat persaingan global sudah dimulai UKM kita tidak pernah siap. 

Di Era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang tak lama lagi segera bergulir berarti harus mulai merubah mind set, merubah cara bermain,  harus mau  mengikuti trend pasar dan tetap eksis .  Ingat mereka yang akan bisa bertahan ditengah ketatnya persaingan hanyalah mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar. Bagaimana meneurut Anda? (LSe)



 
Top