Nara sumber ditengah para peserta lokakarya di Zam zam hotel Batu


Minggu 23-24 Mei 2015 bertempat di  Hotel Zam Zam, Batu- Malang  Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB)  Program Magister Administrasi Publik menghelat lokakarya Penyusunan Standar Operating Procedure (SOP) Administrasi Pemerintahan.

Tujuan event ini adalah untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas layanan disetiap lini kegiatan. Peserta nya adalah segenap jajaran KASUBAG dan KAUR di setiap unit kerja Bagian Tata Usaha FIA-UB. Menghadirkan Pakar Spesialis  SOP Lukman Setiawan Senior Konsultan dari Lse Access Consultant.

Dalam paparannya, Lukman Setiawan mengajak peserta  untuk memahami dan menerapkan SOP yang jelas dan baik, sehingga kualitas pelayanan bagi segenap sivitas akademika FIA UB menjadi lebih efektif dan efisien.

Lukman Setiawan Senior Konsultan LSe Access Consultant


Nara Sumber  membagikan pengalamannya membantu banyak Institusi baik Bisnis dan Pemerintah dalam rangka mendongkrak produktifitas kinerjanya melalui penyusunan SOP tepat. Menurut Lukman, salah satu aktivitas sederhana tapi efektif untuk merapikan kinerja adalah dengan rutin mengadakan Briefing. 

Ia menganjurkan agar pimpinan di setiap unit kerja mengadakan Briefing secara rutin sebelum memulai aktivitas .

Briefing akan mengkondisikan semua pegawai siap jiwa dan tenaga untuk berkarya. Di dalamnya ada latihan menempa kepemimpinan. Pegawai  dapat mendengarkan, menanyakan, ataupun mengusulkan. Pimpinan dapat memberikan arahan, instruksi, mengevaluasi dan memimpin aksi.

Di momen ini Pimpinan perlu terus mengingatkan pentingnya penerapan SOP. Sebaliknya, pegawai dapat menyampaikan umpan balik pengalaman penerapannya. Konsistensi briefing akan dapat mengawal sebuah SOP untuk terus bisa diterapkan. Setiap problem yang ditemukan sedapat mungkin cepat dipecahkan.

Lukman Setiawan membagi tips sederhana renyah Implementasi SOP

Ada lima point yang harus dilaukan  dalam Briefing, yakni evaluasi target hari sebelumnya, berbagi informasi update, pemecahan masalah, doa, dan yel-yel pembangkit semangat. “Mengapa perlu yel-yel? Karena setiap pegawai yang hadir bekerja pada hari itu tidak selalu dalam keadaan siap tempur. Maka diperlukan kesamaan semangat dengan meneriakkan yel-yel,” ujar alumni FIA UB ini yang kini aktif memberikan pelatihan, pendampingan dan konsultasi tentang SOP di berbagai Institusi Kementerian, UKM dan Korporasi swasta.

Nara Sumber memaparkan materi tahapan membangun SOP pr


Di penghujung acara Sekretaris Program Magister Administrasi Publik Drs. Suwondo, MS menutup sesi pelatihan  ini dengan menyampaikan pesan “Ini barulah tahap pengenalan.  Sesi berikutnya adalah tahap sosialisasi dan implementasi yang tentu membutuhkan progres untuk mencapai target akhir” ujarnya.  (Lse)

 
Top