“The Devil is in the Detail’s” Detail lah yang menentukan keberhasilan-  Prof Dr Emil Salim

Apakah potret kondisi ini masih menjadi kebiasaan dalam organisasi Anda:

Sering terjadi cacat/kesalahan pada hasil pekerjaan 
Boros waktu akibat sulit mencari barang 
Peralatan Kerja tidak siap pakai karena kurangnya perawatan
Pemakaian diluar kebutuhan,  pemborosan Sumber daya dan dana tak terkontrol
Keterlambatan penyelesaian pesanan tak sesuai jadwal yang telah ditetapkan

Jika Kondisi diatas masih menjadi kebiasaan, pembakuan standar hanya akan menjadi laku kesia siaan.

Penetapan standard tidak akan dapat dilaksanakan jika tata kelola dalam Organisasi masih acak adut. 
Jika kondisi abnormalitas masih terjadi  tak mungkin dilakukan penetapan sebelum dilakukan pembenahan. 

Keteraturan, tertata dan terkelola rapi adalah standar ideal yang mesti dicapai sehingga menjadi acuan yang mesti dipertahankan. Sebaliknya jika kondisi kacau, serba berantakan bukanlah kondisi terbaik untuk dibakukan.

Salah satu maksud dibangun dan disusunnya Standar Operasional Prosedur adalah untuk menekan dan menghilangkan kesalahan, pelanggaran, kegagalan dari tiap aktifitas organisasi mulai dari hulu hingga ke hilir.

Pembenahan berorientasi pada proses mutlak dilakukan. Sempurnakan proses maka out put menjadi effisien dan  kuantitas meningkat sukses.

Kaizen menginspirasi dengan membenahi detail proses manajemen sehingga berjalan seperti  yang dikehendaki dan hasil yang diinginkan secara alami dan pasti.   

Secara lebih detail siklus sasaran yang diharapkan 5S adalah Perbaikan kualitas untuk mendongkrak Produktifitas. Produksi yang meningkat dengan konsentrasi  menekan kebocoran sehingga biaya produksi menurun. 

Biaya Produksi minim berakibat Harga jual produk kompetitif sehingga akan berpengaruh kepada Market share meningkat.

Berikut langkah langkah sederhana perbaikan sesuai kaidah 5 S 

  • Seiri-Ringkas:  Pisahkan dan singkirkan barang yang tidak perlu dari tempat kerja 
  • Seiton-Rapi      : Atur dan susun tata letak peralatan dan perlengkapan kerja agar selalu siap pada saat diperlukan 
  • Seisho-Resik     : Bersihkan tempat kerja dan senantiasa melaksanakan kebersihan 
  • Seiketsu-Rawat : Pertahankan Ringkas, Rapi, Resik 
  • Shitsuke-Rajin

Membudayakan disiplin

Jika telah dilaksanakan dengan benar, akan terbit Manfaat 5-S:


Terciptanya tempat kerja yang bersih dan menyenangkan 
Terawatnya peralatan, perlengkapan kerja serta bangunan 
Terwujudnya disiplin yang dibutuhkan untuk mencapai standar kerja 
Adanya efisiensi pada masing-masing bagian 
Adanya saling menghargai antar karyawan 
Lebih cepat, dan tepat waktu terhadap jadwal
Kualitas produk lebih baik
Lingkungan Kerja terkelola 
   Biaya efisien

Syarat agar 5S dapat diimplementasikan baik :

Partisipasi dan dukungan semua pihak 
Adanya komitmen manajemen 
Menjadi ‘kesadaran’ setiap orang 
Mempunyai dampak langsung 
Sejalan dengan program kualitas lainnya 

Jika kita melihat Jepang, dengan tingkat pencapaian yang luar biasa dan menjadi satu kampiun ekonomi dunia. Alasannya karena mereka mampu mengeloala  apapun termasuk organisasi bisnis dengan sangat detail.

Produk yang diciptakan oleh pabrikan Jepang dikenal sangat nyaman dan sesuai ekspektasi yang paling diinginkan Pelanggan. Kuncinya mereka tidak pernah merasa puas melakukan perbaikan. Keputusan yang melahirkan kesempurnaan. Tak pernah meremehkan yang kecil, sebaliknya fokus menyelesaikan persoalan selalu dimulai dari yang kecil. Bagaimana kita akan mengelola yang besar jika gagal mengelola yang kecil? (Lse)

 
Top