Lukman Setiawan Berpose dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya dan seluruh peserta Coaching  Sistemasi bisnis


Mentari pagi belum  terik, langit cerah hari itu 20 April 2015. Bertempat di ruang meeting Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Jl Sutisna Senjaya 19 Tasikmalaya digelar ceremony. Inilah pembuka acara dimulainya program coaching bagi peserta terpilih Program Pengembangan Wira Usaha Bank Indonesia Tasikmalaya.

Beberapa bulan sebelumnya telah dihelat program boothcamp selama tiga bulan yang dikuti 25 pengusaha. Setelah dilakukan penilaian berdasar performa terpilihlah 10 orang pebinis dengan beragam komoditi. Berikut ini adalah daftar pesertanya :

1. Ade Nurhayati, Makanan Olahan Yoghurt Kota Tasikmalaya
2. Cucu Suhendi, Agrobisnis Integrated Farming Kota Tasikmalaya
3. Dini Octaviani, Makanan Olahan Kripik Pisang Coklat  Kabupaten Ciamis
4. Ena Karyana, Agrobisnis Teh Hijau Kabupaten  Kabupaten Tasikmalaya
5. Enjang Zainal Muakin, Kerajinan Kelom Geulis Kota Tasikmalaya
6. Enok Sri Kurniasih, Makanan Olahan Nata de Coco, Kabupaten Ciamis
7. Epi Siti Mudrikah, Kerajinan Snack & Bordir Kota Tasikmalaya
8. Irsyad Nurdin , Kerajinan Tas Anyaman Kabupaten Tasikmalaya
9. Kathy Retno Anggraeni, Kerajinan Busana Muslim & Mukena, Kota Tasikmalaya
10. Novi Mustika Dewi, Makanan Olahan, Abon –Dendeng Sapi, Kabupaten Ciamis

Suasana Kelas Coaching Sistemasi Bisnis wira Usaha Bank Indonesia Tasikmalaya



Program pengembangan wirausaha oleh Bank Indoenesia ini bertujuan untuk :


  1. Meningkatkan jumlah wirausaha baru di sektor agribisnis dan berorientasi ekspor
  2. Mengurangi ketergantungan impor komoditi non migas dengan konsentrasi komoditas  pertanian
  3. Meningkatkan akses keuangan melalui fasilitas  pembiayaan ekspor dan pembiayaan formal
  4. Meningkatkan kualitas produk melalui inovasi dan pengembangan produk
  5. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja.


Dalam kata sambutannya Kepala Perwakilan  Bank Indonesia Tasikmalaya, Bapak Wahyu Purnama A memaparkan pentingnya semangat kebangsaan bagi Pengusaha. Bermanfaat bagi Negara dengan mengkaryakan sebanyak mungkin  masyarakat. Tasikmalaya disisi Sumber Daya Alam  hasilnya berlimpah, kreatifitasnya pun tiada dua, tapi sayangnya jiwa Kewirausahaan masihlah minim.

Industri UKM sektor apapun pada kenyataannya sangat membutuhkan SOP Jelas, Target jelas sehingga akan menghasilkan produk terbaik.

Selanjutnya beliau juga menambahkan filosofi kegiatan yang diusung menjadi jargon Terfokus, Berkelanjutan, koordinatif.

Terfokus bermakna program ini difokuskan pada upaya mendongkrak jumlah wirausahawan di sektor agribisnis dan berorientasi ekspor dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan perbaikan struktur neraca perdagangan.
Hal ideal itu  dilatarbelakangi oleh tingkat ketergantungan masyarakat pada impor beberapa komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang berdampak pada kenaikan harga , kinerja ekspor RI cenderung turun, dan ekspor non migas RI yang masih didominasi oleh produk primer (food and raw materials). 

Peserta Coaching Wira Usaha Bank Indonesia Berkunjung dan belajar mengimplementasi tata kelola Organisasi di Perusahaan Kelom Geulis Tasikmalaya


Berkelanjutan yaitu support secara terus menerus bagi wirausaha dengan menerapkan pola pendampingan melalui coaching. Training, dan monitoring, secara intensif kepda para wirausaha. 

Sedangkan koordinatif bermakna bahwa program ini melibatkan banyak pihak dalam pelaksanaannya , stakeholders, dan berbagai media dalam rangka memberi dampak yang lebih besar.

Acara Coaching Sistemasi Bisnis yang dikelola oleh Lse Acces Consultant dengan menghadirkan Lukman Setiawan akan diselenggarakan dalam 2 tahap. 

Tahap I  20-21 April pemaparan teori Sedangkan 22- 23 April 2015 dilaksanakan dengan  melihat langsung industri pengolahan teh hijau dan Kerajinan Kelom geulis . Sedangkan  putaran ke II nanti akan berlangsung pembelajaran ke area kerja peserta pada  5-7 Mei 2015. 

Bersama Peserta Coaching Sistemasi Bisnis Wira Usaha Bank Indonesia mengimplementasikan materi teori di GAPOKTAN Pengolahan Teh Hijau  Taraju Tasikmalaya



Suasana acara dibangun dengan saling asah, asih dan asuh sehingga antar peserta dengan coach memiliki porsi untuk berkontribusi membagikan tip dan pengalamannya. Acara yang juga didesigin padat waktu tapi tetap mengedepankan mutu menjadikan tiap topik yang dikupas seru.

Kandungan materi yang disampaikanpun bermuatan  implementasi praktik, dan tips-tips sederhana mudah yang akan membantu mengakselerasi penguatan sistem. Inilah bekal yang diharapkan akan berguna dalam menghadapi era persaingan yang makin ketat.

SOP, Kaizen, 5-S dikupas tuntas dalam porsi bisnis start up sehingga cukup menarik disimak oleh pelaku UKM. Semoga apa yang telah dipelajari mampu menjadi suluh pengetahuan yang akan memenangkan tiap persaingan (Lse)  


 
Top