Preview-Seminar-SOP-KUMKM-Tarakan-Provinsi-KALTARA


Gedung KUMKM Centre Jl Pattimura Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara Malam itu 7 Maret 2014 riuh dengan kehadiran puluhan pebisnis. Mereka sabar menunggu dihelatnya preview seminar Membangun Bisnis Ideal dengan SOP Tepat. Meski Pembicara, Lukman Setiawan dari Surabaya terlambat lebih satu jam karena penundaan jadwal oleh maskapai  Penerbangan. Peserta sabar menanti share materi yang akan dibagi.

Pukul 20.15 WITA Acara dibuka oleh Kepala DISPERINDAGKOP-UMKM Tarakan Ir Subono Samsudi. Beliau menyampaikan “Materi  SOP diharapkan dapat menginspirasi dan menambah wawasan Pengusaha untuk dapat meningkatkan pelayanan. Pencapaian akhirnya adalah taraf hidup pengusaha meningkat dan menyerap Tenaga Kerja di Tarakan dan sekitarnya. Diakui atau tidak kenyataannya saat ini, masih banyak dijumpai pelayanan toko atau rumah makan, masih sekedarnya saja, belum terkelola dalam standar pelayanan prima. Digelarnya workshop SOP ini  diharapkan dapat merubah semuanya menjadi lebih baik”.

Pada kesempatan ini Lukman Setiawan memaparkan  pemahaman pentingya dimiliki kesadaran bahwa sistem dalam Bisnis adalah keniscayaan. Tanpa sistem hadir bisnis yang dikelola Pengusaha berpotensi terbelit utang atau malah langsung bangkrut. Untuk itu SOP yang akan dibangun dan diimplementasi memerlukan syarat dan kondisi yang harus dipenuhi.

Sesuai dengan pengalaman yang diperolehnya di lapangan Lukman meminta Pengusaha mampu merumuskan  beberapa perkara diantaranya:
1. Pengusaha memiliki merumuskan dan mengimplementasi Visi Misi Bernas
2. Struktur Organisasi Jelas
3. Jobdescription karyawan cerdas
4. Memiliki Peraturan Perusahaan tegas

Keesokan harinya Workshop dengan tema yang sama  digelar selama dua hari, 8-9 Maret 2014 di Restaurant Bulungan, Hotel Tarakan Plaza. Dibuka oleh Wakil Walikota Tarakan yang baru terpilih H.Khaerudin Arief Hidayat ,SE.MSi.
Wakil-Walikota-Tarakan-membuka-Workshop-SOP


Dalam kata sambutanya beliau menyampaikan “ Sembilan dari Sepuluh pintu rezeki berasal dari perdagangan, orang terkaya di Indonesia berprofesi sebagai Pebisnis. Orang terkaya di Dunia berprofesi sebagai pebisnis” Maka untuk menjadi pebisnis handal diperlukan bekal pengetahuan yang cukup tak hanya mengandalkan keberanian semata.

Dosen Mata Kuliah Wirausaha STIE Bulungan-Tarakan ini menyebutkan, bahwasanya jumlah pengusaha di Tarakan, masih minim. Hal ini disebabkan karena mayoritas masyarakat dominan memilih berprofesi sebagai pegawai dibandingkan memutuskan menjadi Pengusaha.

Menurutnya salahsatu kendalanya karena kurangnya pengetahuan akibat jarangnya dilakukan pelatihan-pelatihan atau pengenalan pengetahuan wirausaha kepada masyarakat. Apalagi mindset  jadi pegawai itu lebih nyaman karena aman dalam segi financial, rutin menerima penghasilan tetap. Berbeda dengan pilihan menjadi pengusaha yang harus menghadapi risiko untung atau rugi,” terang Wawali.

“Dari itu, perlu ditanamkan semangat berwirausaha kepada masyarakat. Maka secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Tarakan sangat men-support kegiatan-kegiatan pelatihan wirausaha semacam ini,” imbuhnya.

Suasana-rileks-Peserta-berkonsultasi-seputar-SOP-dengan-Nara-sumber

Acara yang dihadirkan oleh EO Radar Tarakan bagi pengusaha setempat ini sukses menyihir peserta. Terbukti meski acara membahas topik serius tetapi tak ada yang mengernyitkan dahi. Semua peserta mudah mencerna karena materi dikemas secara renyah, sederhana, kaya contoh dan inspirasi aplikatif dari lapangan. 

Peserta  rileks mengikuti  tiap sesi, meski sambil tetap focus  menyimak materi. Lukman Setiawan berhasil mentranformasikan pemahaman bahwa Standarisasi akan memperkecil peluang kegagalan. Cara Sukses dalam berbisnis adalah menikmati proses.


Disela-sela  waktu pemaparan peserta tak segan berkonsultasi dan mencari solusi atas kebuntuan yang dihadapi.

Peserta-Workshop-SOP-Radar-Tarakan


Di penghujung acara, Peserta Pebisnis Kuliner setempat, Wiliam Kohar - Franchisee Roti Boy, D’Cute Caffee menuturkan apa yang didapatkanya. “ Membuka Usaha itu mudah, namun mempertahankanya sangat sulit. Setelah mengikuti Workshop ini Pikiran Saya lebih terbuka untuk membangun Sistem Perusahaan yang lebih Ideal. Lukman Setiawan mampu menjelaskan lebih rinci cara membuat SOP Tepat. Dengan bekal Pengetahuan mengenai SOP ini Saya berharap dapat membangun usaha yang mampu menembus Pasar Internasional”. (LSe)



 
Top