Peserta Pelatihan Workshop Membangun SOP Tepat Batch 4 Malang-Trio Indah

Tanpa sebuah Standar Operational Prosedur (SOP) baku sebuah perusahaan hanya akan tumbuh tanpa acuan jelas. Yang berlaku sebagai acuan hanya feeling, mood dan selera pelaksananya, maka jangan heran banyak Pebisnis merasakan capek tak berkesudahan.

Konsistensi dibutuhkan didalam dokumen yang tertulis, sehingga pegawai  memiliki kejelasan langkah baku yang dipakai sebagai acuan. Ketidaan acyan akan memunculkan ketakutan dan kekhawatiran d sampai menjadi kesalahan. Tak ada kesempatan mengenali potensi kesalahan sehingga cacat produksi sangat terbuka terjadi dan berulang.

Jika tak berpunya panduan tertulis bersifat  dokumentatif, yang dijadikan panduan aplikatif berasal dari kebiasaan normatif. Sifatnya tak menentu dan menimbulkan kebingungan karena akan timbul beragam standar  menurut versi masing masing. 

Lukman Setiawan Menyampaikan Materi SOP dengan penuh ilustrasi sehingga mudah diikuti peserta


Mutu layanan adalah yang utama. Membangun kesadaran dan kefahaman ini yang butuh energi dan tenaga lebih, kerja keras dan kebersamaan.

Tanpa SOP sebuah Bisnis akan banyak menemukan kesulitan mengendalikan mutu, sehingga konsumen akan merasa bingung dengan kualitas yang didapatnya,

Workshop  SOP batch 4 Malang yang diselenggarakan di Hotel Trio Indah 2, 25-26 November 2013 sebagai forum pembelajaran bagi  pebisnis yang  belum mendapat pengetahuan tentang pengendalian sumber daya yang dimilikinya.
Tanya Jawab seputar Implementasi SOP  memperkaya pemahaman


Setiap Workshop SOP digelar dikota ini selalu ada peserta dari Luar Kota yang bergabung , kali ini ada Kamaludin dari Lombok Pebisnis Bimbingan Belajar sebagai peserta terjauh.

Dia  beberapa bulan terakhir sedang melakukan evaluasi dan perbaikan lembaganya yang mengalami kemunduran peserta didik.

Salahsatu keluhan  yang dihadapinya adalah staff pengajar yang sering keluar masuk, dan karena belum memiliki panduan tertulis maka selalu kesulitan memulai dari awal mendidik staff pengajarnya

Keluhan senada juga dialami Maximus Liem Pengusaha Adi Busana Wanita  Asli Surabaya alumni Australia yang merasakan pahitnya mendapati kondisi yang sama.

Bahkan dia merasa telah berubah menjadi lembaga kursus karena  disibukan dengan kegiatan training  yang bisa mengurangi konsentrasi di core bisnis  produksi busana berlabel MAXIMUS.


Lukman Setiawan, dalam paparanya memberikan Tip dan ilustrasi pengalaman bagaimana memberi sentuhan hati  kepada pegawai agar tumbuh kesadaran dan tanggung jawab. Bahkan jika kita mampu dapat diberikan program win win dengan memberi fasilitas kredit  kendaraan hingga perumahan sehingga pegawai loyal terhadap perusahaan.

Bagaimana meng-Update SOP,  bagian penting tak boleh dilewatkan


Dari pertanyaan dan keluhan yang disampaikan peserta, selama ini mereka telah mencari sebuah formula dan model pembelajaran. Sayangnya belum menemukan format yang pas sehingga dalam praktik di lapangan sering menemukan kesulitan tanpa solusi berarti.

Lukman berpesan kepada peserta bagaimana menjaga suhu semangat agar tak padam. Minimal ada forum komunikasi dan pertemuan antar ex kawan pelatihan rutin sesudah mengikuti pelatihan sehingga tetap terpacu keinginan untuk menyelesaikan SOP yang telah dicanangkan.

Maklum beberapa peserta yang pernah mengikuti pelatihan tak kuasa menolak untuk berhenti  karena terkalahkan dengan rutinitas. Semoga apa yang telah difahami, disadari dan dimulai akan berakhir sesuai harapan. (LSe)



 
Top