Peserta-workshop-SOP-Banjarmasin-ceria


Sistem jangan diremehkan. Salah merekrut karyawan berakibat fatal. M.Taruna Jaya, Komisaris sebuah perusahaan Energy Supplier,Distribusi BBM & Heavy Duty Banjarmasin, menuturkan pahitnya ditipu karyawan. Tanpa jobdeskripsi bernas , wewenang yang diberikan kepada karyawan berbuah penyesalan.


Disela acara, pengusaha mantan pegawai perusahaan alat berat USA bertutur. Kehancuran bisnisnya terjadi karena kepercayaan tak bertepi tanpa  evaluasi . Untuk memutuskan karyawanpun tak ada mekanisme rekruitmen benar. Refrensi teman, family menjadi pilihan tanpa seleksi semestinya.

Tanpa pengetahuan mengenai teknis mengelola bisnis, perusahaan yang awalnya eksis akhirnya mati. Dua tahun mencari, workshop yang diikutinya dengan tekun ini seolah buah keberkahan ditengah kebingungan.

Bisnis dibiarkan mengalir tanpa system akan membuka celah penyelewengan pegawai. Tak cukup hanya percaya, semestinya ada mekanisme proses, prosedur pengendali. 

Lukman-Setiawan-membawakan-SOP-tepat-Banjarmasin


Banjarmasin, 21-22 Sepetember 20013 bekerjasama dengan EO Kreasi Bangun Warna sukses selenggarakan Workshop Membangun SOP Tepat. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Developer Perumahan, Sekolah, CafĂ©, Karyawan Perusahaan Daerah, Transportir BBM, Toko Cat  yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan tentang Standar Operasi Prosedur.

Pelatihan yang .baru pertama dihelat di Banjarmasin ini seolah membuka wawasan. Kelas pembelajaran ramai dipenuhi  pertanyaan menandai dahaga keingintahuan. Semua antusias menyimak dari sesi ke sesi karena materi memberi kunci atas ketaktahuan selama ini.

Materi Implementasi dan konservasi SOP yang dibawakan Lukman Setiawan menyedot perhatian. Beberapa peserta memperdalam pemahaman dengan menyodorkan pertanyaan sesuai pengalaman yang mereka alami. Tak jarang diselingi dengan contoh dari temuan lapangan dan kesulitan yang ditemui.

Suasana-kelas-workshop-SOP-Banjarmasin


Diujung acara 35 peserta diajak menuliskan rencana kegiatan yang segera harus diselesaikan. Ini sesi penting karena perbaikan tanpa perencanaan eksekusi hanya akan  menjadi wacana basi. Bukankah gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan? Yuk kita memulai, tanpa menunda lagi! (LSe)

 
Top