Just-do-it-SOP-dieksekusi-bukan-hanya -mimpi

Teori akan basi jika kita hanya bermimpi dan tak pernah memulai. Just Do It! Segera bangun Standar Operasi Prosedur, jangan terus  berkilah rencana boleh tertunda.

Di suatu kesempatan saya menanyakan melalui BBM,  progress dan pencapaian SOP yang telah diselesaikan oleh salah seorang alumni  kelas Workshop SOP Malang. Ternyata setelah lebih enam bulan event berlalu belum satupun jurus yang didapatkan telah dipraktikan. 

Teringat bagaimana antusiasme dan gairah saat mengikuti kelas pelatihan selama dua hari. Dari keseluruhan yang hadir, dia termasuk yang paling aktif bertanya dan menelaah dengan seksama materi yang dipaparkan.

Setelah menggali dengan seksama,  saya menyimpulkan adanya perasaan takut gagal karena tak mendapat dukungan pimpinan dan karyawan. Kekhawatiran rupanya dipicu oleh cerita kesulitan yang dialami oleh beberapa koleganya di perusahaan lain yang terhambat mengeksekusi karena minimnya dukungan. 

Jika datang kesadaran bahwa Sistem Operasi Prosedur (SOP) sebagai panduan penting harus dimiliki  jangan beralasan lagi.  SOP adalah Investasi kemudahan nanti, tak perlu takut salah untuk memulai karena tanpa aksi justru kita tak pernah  tahu potensi yang dimiliki.

Jangan jadikan rambu  berpikir sebelum bertindak menjadi penghambat eksekusi. Lakukan, evaluasi  dan perbaiki jika ditemukan kekurangan. Berpangku tangan karena ketakutan tak akan mendatangkan perbaikan seperti yang diidamkan.

Banyak perusahaan atau pribadi yang dapat membuat perencanaan dengan sangat baik, tetapi lemah tak berenergi di tataran eksekusi. Just Do It mestinya dapat menginspirasi bagi siapapun yang berani mengambil resiko demi  ingin berubah jadi yang terhebat.

Indahnya perencanaan dibuat tak selalu menghasilkan kebaikan dalam tataran praktik dilapangan. Hambatan, tantangan dan penolakan sudah jamak akan ditemukan. Team yang dibentuk dan melibatkan semua divisipun bisa gagal mencapai sasaran yang telah jelas ditetapkan . Sistem bagus, prosedur komprehensip dan kesiapan memulai saja tak cukup. 

Teori adalah satu hal, tetapi menjadikanya terjadi adalah hal yang berbeda. Berstrategi harus dilakukan, tetapi tak boleh menghambat kita untuk bergerak melakukan langkah nyata dan segera.

Perusahaan hebat membangun iklim “ Jangan Takut Gagal” bagi karyawanya. Pemimpin hebatpun muncul dan dilahirkan  dari perusahaan seperti ini. Intel Corp, USA  membuat  semboyan sebagai inspirasi aksi, mereka adalah “manusia-manusia pengambil resiko dan gemar menyambut tantangan”

Agar kesalahan tak menjadi  beban sebaiknya kita membangun budaya PDCA : Plan-Do-Check-Action! Menjalankan Roda PDCA secara konsisten akan menjadikan value Perusahaan kita membaik. Mental dan karakter positip akan terbangun seiring kesadaran untuk memperbaiki diri terus menyinari.

Secara singkat PDCA dapat diuraikan sebagai berikut :
  • Plan      :  Penyusunan rencana kerja (Activity Plan)
  • Do       :   Eksekusi Activity Plan, melalui pemberdayaan , pendelegasian, koordinasi dan memotivasi
  • Check  :   Moniotoring & Controlling, meliputi coaching,counseling, dan evaluasi berkala
  • Action  :  Tindak lanjut baik berupa improvement, training dan rewards

Banyak berencana, berpikir dan pertimbangan untuk menanggapi perubahan tanpa eksekusi dapat menumbangkan bisnis. Contoh konkretnya adalah perusahaan KODAK, pioneer  fotografi dan digdaya pada zamanya. Saat era digital datang, KODAK tak mengambil bagian karena terlambat mengikuti arus perubahan.  Pengalaman ratusan tahun dan reputasi ternyata bukan jaminan sebuah perusahaan mampu bertahan ditengah gempuran.

Dalam tiap proses harus ada eksekusi sebagai transmisi rencana dalam mencapai sasaran yang diinginkan. Ingat, Sebaik apapun rencana tanpa eksekusi jangan bermimpi hasil akan datang menghampiri . No Action Nothing Happen, Take Action Miracle Happen!  Bagaimana menurut Anda? (LSe)


 
Top