Kesederhanaan-SOP-adalah-kekuatan


“Seorang pakar  bukanlah yang pandai menyelesaikan persoalan dengan methode dan tatacara yang rumit. Melainkan ia yang mampu menyederhanakan persoalan langit menjadi bahasa renyah, mudah tak berbelit”

Acap kita membuat segala sesuatu menjadi rumit  karena beranggapan yang terlihat sulit  itu luar biasa. Dalam sebuah iklan yang melejit dengan tagline “Jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?’ kita menyimpulkan itulah gambaran  sebagian kelompok orang  yang bekerja dengan konsep  yang mudah  harus  dikelola menjadi sulit karena dapat dikonversikan menjadi duit.

Terkadang kita dipaksa berpikir berlebihan; njelimet-ruwet. Anggapanya karena masalah yang ada hanya selesai dengan analisa panjang dan harus  disertai dengan pehitungan matang.

Di ranah Standar Operasi Prosedur pun saya pernah dipertemukan dengan  dua orang yang belajar  pengetahuan SOP  bersumber  dari methode rumit.   Sehingga untuk membangunya diperlukan effort dan tenaga tak mudah. Sayangya, mereka sendiri  akhirnya memutuskan  menyerah dan tak menyelesaikan pembuatan project membangun  SOP bagi  bisnisnya.

Satu kesempatan di Bandung bertemu dengan Alumni pendidikan Marketing Management International  Belanda. Saat ini terjun ke dunia usaha ; bisnis tas, kaos dan pernik promosi lainya. Dalam pelatihan SOP yang saya pimpin menemukan kesederhanaan adalah kekuatan dalam  membangun SOP yang ingin diterapkan.

Dan satu lagi,  dua pekan lalu  Saya bertemu  peserta Workshop membangun Standard Operating Procedure Batch 3 di Kota Malang. Dia pernah mengenyam sekolah dan bekerja menggunakan SOP di Negeri Kanguru, Australia. Keduanya mendapat sumber yang sama  SOP versi Six Sigma yang banyak diimplementasikan di USA, Eropa dan Australia.

Yah, Six Sigma memang telah menghantar General Electric dan Motorolla menjadi salah satu organisasi Bisnis fenomenal. Six Sigma membeber inspirasi cara dan usaha terus menerus mengurangi bahkan menghilangkan waste, menurunkan variance dan mencegah defect. Terlahir sebagai jawaban atas tuntutan konsumen yang menginginkan kualitas terbaik dan produk tanpa cacat.

Tetapi proses membuatnya tidak sederhana, salah satunya adalah pendefinisian Key Performance Indocator yang rumit. Menurut keduanya untuk merumuskanya  saja sulit apalagi implementasinya yang akan melibatkan semua personal yang belum tentu siap menjalankanya. Mereka berdua menyerah dikarenakan team yang ada  tak mampu menuntaskan  target yang telah diberikan.

Six Sigma memang diperuntukan bagi perusahaan yang telah matang dan memiliki budaya kerja mapan. Budaya Kerja butuh waktu lama dan berhubungan dengan kebiasaan, dan merubah kebiasaan tak semudah membalikan telapak tangan.

Bagi bisnis Start Up  akan kesulitan mempratekan didalam keseharian. Butuh sebuah tahapan yang lebih simpel dan powerful sebelum masuk ke Six Sigma  yang terkesan lebih advance.

 Maka saat saya memperkenalkan bahwa untuk membuat SOP  tidak rumit dan simpel mereka berdua antusias dan respek untuk menggali lebih banyak. Methode yang disampaikan adalah perpaduan antara Kaizen ala Toyota Production System (TPS) dan International Standard Organization (ISO).

Toyota terkenal berhasil mendefinisikan operasional bisnisnya secara sederhana dan mampu mengefisienkan proses-prosesnya. Disinilah bermuara kemampuan kompetensi juara dibandingkan dengan para kompetitornya.

International  Standard Organization terpuji karena kepiawaian sistemnya mendetailkan catatan dan pendokumentasianya. Hingga berhasil memunculkan jargon “ Menulis yang dilakukan dan hanya melakukan yang telah dituliskan”.

Memulai dari yang rumit itu menyusahkan diri, karena untuk mengimplementasikanya juga memerlukan energi yang tak murah-mudah. Sebaliknya sederhana adalah kekuatan karena ia mudah diterapkan, Simplicity is Power!

Maka marilah kita membuat semua menjadi sederhana, bisa diterima dan dijalankan oleh team secara bersama. Buatlah konsep membumi jangan yang mengawang-awang karena ia hanya cocok untuk dibincangkan tetapi belum tentu diaplikasikan. So Let's simplify Our Mind! Bagaimana pendapat Anda? (LSe).


 
Top