jurus-anti-penolakan-sop


Standard Operating Procedure (SOP) meski mempunyai manfaat bagi organisasi tak otomatis bisa diterima semua. Beberapa alasan dapat dikemukakan , beragam penolakan disodorkan. Tetapi kita perlu membekali diri agar apa yang sudah kita yakini manfaatnya, dapat terimplementasi dengan kesadaran. Meski langit runtuh SOP tetaplah harus ditegakan! Berikut ini adalah beberapa peluang terbukanya penolakan, yang dimungkinkan karena ketidakpahaman. Akan disajikan juga tips jurus renyah sederhana anti penolakan agar dukungan kita dapatkan. 

  • Penolakan        : “ Kami telah menjalankan SOP, tetapi cara lama ternyata lebih baik” 
  • Akar Masalah  :  Ketakutan terhadap perubahan 
  • Solusi          : Memberi penjelasan pentingnya sebuah perubahan dan kefahaman tentang manfaat SOP.  Sajikan dengan menggunakan cara termudah diperkaya visualisasi . Kondisi ini akan ditemukan di Perusahaan yang telah berumur matang. Karyawan yang merasa senior dan berkontribusi lebih banyak terhadap organisasi sangat menyukai kemapanan. Mereka cenderung sulit menerima perubahan, cukup puas dengan kondisi yang diperoleh saat ini. Adanya cara dan aturan baru akan dianggap sebagai ancaman , sulit berpikir rasional. Cenderung Emotional dan kurang proporsioanal. Salahsatu tips lainya adalah meluangkan masa untuk lobbying dan pendekatan personal kepada pemimpin informal seperti ini. Buka ruang dialog dan diskusi dengan mereka, berikan contoh dan model Perusahaan yang berhasil melewati masa kritisnya dengan memiliki SOP. Bahkan jika dibutuhkan berikan budget untuk melakukan Benchmark ke organisasi lain yang telah sukses dan enjoy ber- SOP! 

  •  Penolakan      : “Ini tidak menguntungkan bagiku, hanya kerja tambahan yang melelahkan”
  • Akar Masalah : Menginginkan keuntungan lebih dari SOP yang telah diimpelementasikan.
  • Solusi             : Bagikan Visi, dan nilai nilai organisasi, jelaskan bagaimana perbaikan sejatinya mampu dikonversikan menjadi keuntungan lebih bermakna bagi semua dan masa depan. Kondisi ini biasa ditemukan di Organisasi yang memiliki banyak opportunis dan penjilat. Mereka lebih menakar segala sesuatunya dari sisi keuntungan segera. Ingin mendapatkan nikmat instan tetapi sengsara kemudian. Maunya kenikmatan yang langsung dirasakan, tak mau berinvestasi masa depan. Tidak ada makan siang gratis, semua memerlukan pengorbanan bagi perubahan menuju perbaikan. Ada masa menanam ada masa menuai buah dari apa yang telah dikontribusikan. Tanpa kesadaran dan kefahaman melakukan ini kita akan terpuruk dalam kemunduran. SOP yang dibangun dengan tambahan waktu, tenaga dan perhatian akan berujung kemudahan asal kita berjalan on track sesuai panduan. Ikuti cara dan methodology yang telah terbukti jangan ikuti teknik trial and error. Berikan kefahaman memilih bersusah payah menerima, membangun dan mengimplementasikan SOP akan beroleh kemudahan di hari kemuditan. Libatkan dan bagi peran tanggungjawab para Hater dan penolak di garda terdepan, sehingga mereka dapat merasakan mulai berhembusnya angin perbaikan. Jika mereka menjadi bagian pembangun pondasi kebaikan, mereka akan bertanggung jawab untuk mengajak yang lain berpartisipasi..

  • Penolakan      : “ Boss inginkan semua dikerjakan  sendiri, abaikan pendistribusian tanggung jawab”
  • Akar masalah :  Kurangnya pemberdayaan elemen elemen pendukung organisasi 
  • Solusi      : Dalam organisasi Bisnis, founder/ owner merasa paling mengerti organisasi yang dikelolanya. Di organisasi public, pegawai senior merasa paling sentral memegang peran kunci. Dorong dan fasilitasi setiap penanggung jawab berperan dalam menentukan perubahan dan kualitas berbaikan.  Rumuskan struktur organisasi berjenjang sesuai kebutuhan. Buat jobdesk, jelas lugas mengurai tugas, tanggung jawab dan wewenang sehingga tak ada overlap dan loosing job. SOP ini adalah pekerjaaan bersama bukan perorangan semata, partisipasi dan dukungan sangat diperlukan sebagai sebuah jalan mempercepat pencapaian. Maka bagaimana ide ini bisa diterima semua , memerlukan seni meyakinkan semua kalangan. Alasanya, Pertama : karena hanya dengan diterima dan mendapatkan dukungan semua, jalan yang akan kita lalui akan lebih mudah dan murah. Kedua : SOP akan efektif jika ada totalitas dapat dilaksanakan di semua area dan bagian. Dimulai dari bagian hilir ke bagian hulu haruslah mengimplementasikan, karena hasil prima akan dapat dirasakan. Tanpa adanya standard jelas organisasi hanya akan menemui banyak kesulitan tak berkesudahan. Siapkah kita memulai perubahan? (LSe)
 
Top