SOP -Franchise-Bisnis- Tak- harus -mulai- dari- NOL !

Dewasa ini semangat kemandirian, memutuskan menjadi Pengusaha mulai booming. Tengoklah banyak masyarakat berduyun antusias mengikuti pelatihan, seminar  mengupas tata kelola usaha mandiri. Keputusan menjadi Pengusaha seperti mendapatkan angin dan jalan kemudahan.


Ada juga yang masih bekerja, tetapi diwaktu luang terjun berbisnis. Mereka dikenal sebagai  Amphibi, hidup di dua alam- sebagai karyawan dan sebagai Pengusaha.  Jika bisnis sudah  dianggap mampu menopang kehidupan,  maka mereka akan pindah kuadran menjadi Pengusaha murni.

Tak semua berakhir manis, bahkan banyak kisah  kegagalan melewati masa start up. Ternyata semangat, keinginan, serta nekad saja tak cukup. Dibutuhkan pengetahuan, ilmu dan pengalaman yang cukup untuk menjadi Pengusaha  mumpuni.

Menurut Ciputra, Pengusaha Property dan Pioneer penggerak Virus Entrepreuner , Indonesia baru melahirkan 0,18% Pengusaha dari jumlah penduduknya. Idealnya 5%, jika ingin merubah keterpurukan bangsa ini menjadi lebih baik.

Konsep Franchise akhir akhir ini diperbincangkan  menjadi  solusi alternative untuk menambah jumlah Pengusaha dalam waktu singkat cepat dan tepat. Sebab, bagi pemula maupun yang masih mencoba coba mereka akan lebih aman memulai sebagai Franchisee, penerima hak Franchise.

Dibawah bimbingan, pengawasan dan pendampingan Franchisor - Pemilik bisnis Franchise, para Franchisee baru akan ditraining dan diajarkan praktik langsung menjadi Pengusaha. Dengan menggunakan methode dan sistem yang telah teruji, jelas arah dan konsepnya.

Dengan demikian, Franchisee dapat memangkas proses tak perlu melewati fase dari awal. Tak ada mencoba dan salah, karena semua pengalaman gagal, jatuh dan bangun telah dialami oleh Franhisor telah dituangkan dalam format SOP  baku bermutu.

Keuntunganya Franhisee tinggal menduplikasi system proven dalam SOP, tinggal  ikuti semua panduan yang ada didalamnya.

Berikut ini adalah alasan kenapa Franchise menjadi Istimewa diantara banyak pilihan bisnis :
  1. Duplikasi dari pengalaman di induk usaha yang telah eksis  baik secara system maupun konsep hampir tak memiliki resiko. Kesuksesan yang teruji adalah bekal untuk menerapkan hal yang sama ditempat lain.
  2. Mendapatkan pengalaman dan keahlian Franchisor yang lebih dulu menjalankan bisnis yang ditawarkan. Diawal tentu tak langsung berhasil, melainkan trial dan error yang panjang. Inilah jalan cepat Franchise tak perlu memulai dari NOL.
  3. Franchisee tinggal ikuti dan jalankan SOP yang telah dibuat dan dibakukan oleh Franchisor.
  4. Dukungan dan pendampingan dari Franchisor yang akan memastikan Franchisee akan selalu berada di jalur yang benar.
  5. Reputasi dan merk dagang  Franchisor yang telah dikenal masyarakat akan memudahkan dalam promosi  dan marketing. Franchise tak perlu keluar banyak dana dan tenaga untuk mengenalkan mulai dari awal..
  6.  Biasanya Franchisor dengan merk yang dimilikinya telah memiliki pasar dan pembeli potensialnya. Sehingga Franchisee tinggal meneruskanya dengan menyediakan layanan sesuai standar, akan dipastikan customer akan selalu datang.
  7. Pendampingan dalam evaluasi oleh Franchisor dan perbaikan jika ditemukan keluhan dan kesulitan dilapangan
  8. Pelatihan yang diberikan akan mempersiapkan Franchisee benar benar mampu menjalankan bisnis sesuai standar yang telah ditetapkan Franchisor.  Target dan estimasi pendapatan akan bergantung seberapa jauh  diterapkanya SOP.

Maka, jika resiko telah terkendali tanpa perlu menguji nyali kenapa tak segera dimulai menjadi Pengusaha lebih dini?  Anda tak perlu bersusah payah membangun usaha dari NOL. Karena saat mengambil keputusan menjalankan bisnis Franchise kita tak perlu mengalami kesulitan, kegagalan dan kelelahan yang telah lebih dulu dirasakan Franchisor. (LSe)

 
Top