Alamak,-Sia -sia -impikan -SOP -bertenaga !

“4  AS Pilar organisasi keren- Pondasi Kemudahan system Paten : Visi Misi BernAS- Struktur Organisasi  jelAS - Jobdesk CerdAS -Aturan TegAS

Dalam sebuah gedung, Pilar berfungsi sebagai penyangga penguat struktur  bangunan. Tanpa adanya penyangga yang cukup bisa dipastikan bangunan tak akan mampu ditegakan- (Standard Operating Procedure- SOP)  tak akan mudah diimplementasikan.

Untuk membangun system bertenaga diperlukan  4 AS pilar kokoh organisasi menguatkan.
 
Tak mungkin sistem akan berjalan dengan mengabaikan 4 AS yang disyaratkan, karena SOP hanya akan menjadi hiasan tak berkesan. Sia sia mengimpikan SOP bertenaga karena ia memiliki banyak sisi lemah.

 Maka pahami keempatnya sebagai syarat yang harus dilaksanakan sebelum SOP yang akan dibangun  dijadikan panduan dan haluan.
Mari ikuti penjelasan dan keterangan  dibawah ini agar kita lebih paham apa yang mesti dilakukan :

1.    Visi-Misi BernAS

Visi adalah cara pandang jauh ke depan ke mana organisasi harus melangkah agar tetap eksis, antisipatif, dan inovatif. Visi adalah gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi. Visi  mencerminkan dream ideal  membumi  yang ingin diraih, Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi sebagai bagian dari perencanaan strategis merupakan langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi sangat dibutuhkan tidak hanya pada saat mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya.
Misi adalah pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukan, dan bagaimana melakukannya. Organisasi yang baik akan merumuskan secara jelas, detail, dan memiliki satun terukur visi misinya. Share visi-misi kepada semua anggota organisasi jangan hanya Anda yang mengetahui. Dengan mindset dan kefahaman yang sama diharapkan impian organisasi akan mudah diraih.

2.    Struktur Organisasi  jelAS

Struktur organisasi menunjukkan pola hubungan antar bagian dan level kepemimpinan. Dalam hal ini, perlu ditegaskan siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin, sehingga pola komunikasi dan alur instruksi menjadi jelas. Cara termudah yang menggambarkannya, yaitu dengan membuat konsep struktur dari atas ke bawah. Teratas adalah level pemimpin tertinggi, dan semakin ke bawah posisi semakin rendah, begitu pula tanggung jawab yang diembannya.

3.    Jobdesk CerdAS

Mendefinisikan peran dan tanggung jawab member sesuai kualifikasi kompetensi,   mendorong pegawai menjadi spesialis non generalis.

Member merupakan bagian terpenting dari suatu organisasi, oleh karena itu sudah seharusnya paham apa yang menjadi domain kerjanya. Organisasi harus dapat mendeskripsikan secara detail dan klir tentang tugas, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing. Tugas adalah pekerjaan yang dibebankan dan melekat kepada person sesuai dengan jabatan yang diberikan. Tanggung jawab adalah konsekuensi atas pekerjaan yang harus dibuatkan reporting. Setelah pekerjaan paripurna, maka karyawan harus membuat rumusan apa yang telah dikerjakan dan pencapaiannya. Sedangkan wewenang adalah otoritas yang diberikan segaris dengan tanggung jawab yang diberikan. Semakin berat tanggung jawab, semakin besar wewenang yang diberikan. Perumusan ini diperoleh setelah yang bersangkutan direkrut dan disesuaikan dengan kompetensi dan skill. Pahami konsep “the right man at the right place” dan beban kerja. Sehingga setiap karyawan/anggota merasa nyaman dengan apa yang didapat sesuai dengan harapan dan keinginan.

4.    Aturan TegAS

Mendefinisikan apa yang boleh dan tak boleh dilaksanakan, pelanggaran diberi atensi, prestasi diapresiasi. Sebuah organisasi memerlukan peraturan/tata tertib sebagai sebuah rambu dalam melaksanakan hubungan kerja. Jika dalam organisasi tidak memiliki panduan maka organisasi itu tidak memiliki kejelasan aturan main. Ketidakjelasan aturan main dalam organisasi dapat berakibat fatal dan dapat menimbulkan terjadinya kekacauan. Peraturan yang dibuat tertulis akan mudah dijadikan sebagai pedoman. Pilih kalimat yang mudah dipahami semua level sehingga tidak menimbulkan kesalahan persepsi.
Pilar ini mutlak ada  dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga keutuhan organisasi. 

Seperti halnya sebuah kesatuan bangunan dimana untuk membuatnya  menjadi kokoh dan kuat, dibutuhkan pilar sebagai  penyangga agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. 

Maka sudah sepantasnya diperhatikan terpasangnya  4  AS Pilar organisasi keren ini sehingga pondasi Kemudahan pelaksanaan SOP makin Paten. Bagaimana menurut Anda? (LSe)
 
Top