Bangun -The -Dream- team -untuk- Melesat- menjadi- Hebat
Untuk menyusun Standar Operating Prosedur tepat sebuh organisasi bisnis tak serta merta dapat memulai dari keadaan yang ada .

Dibutuhkan tinjauan, kajian dan pendalaman, sehingga kondisi yang  sekarang tak langsung dapat dibakukan. Banyak  syarat yang harus diperhatikan, salah satunya adalah ketersediaan  Sumber Daya Manusia yang kompeten dibidangnya.

Diawal  masa kelahiranya bisnis memerlukan sedikit orang. Karena alasan efisiensi dan penghematan, kita sebagai pemilik harus turun gelanggang meski hanya seorang. Penuh terlibat mulai dari merancang, menseleksi, mengeksekusi hingga mendelevery produk. Saat bisnis telah berkembang kondisi ini tak dapat dipertahankan.

Saat itulah, kita mulai  perlu menambah jumlah personal,  seiring bertambahnya beban kerja dan tanggungjawab. Pelanggan  harus tetap mendapat  pelayanan utama dengan standar : cepat, tepat, akurat  dan manfaat. Bersendirian, pelan tapi pasti tak  mampu melayani dengan presisi bahkan  jika dipaksakan dapat korbankan kualiti.

Perlu dibangun team, yang akan mensupport  kebutuhan layanan yang makin meningkat pesat.
Manusia  sebagai motor penggerak kegiatan usaha perlu dikembangkan, ditangani professional tak asal.

Banyak keluhan setelah SDM ditambah, masalah tak kunjung reda. Yang telah terekrut bekerja mengecewakan jauh dari harapan.  Apa yang dibayangkan tak sesuai kenyataan, keinginan tak mampu diterjemahkan secara signifikan.

Kebanyakan Entrepreuner karena ketakpahaman atau kurang pengalaman melakukanya asal jalan. Mereka tak mendefinisikan tertulis kebutuhan karyawan yang diinginkan, lebih senang mengambil jalan pintas, dari meretas jalan pantas. Maka jurus kedekatan, persahabatan dan kebetulan diadopsi, akhirnya orang yang masuk tak sesuai kompetensi seleksi.

Perlu dipahami fase ini adalah titik  krusial yang harus serius dikelola dan tak bisa dikerjakan asal.  Kegagalan disini akan menjadi beban penyesalan tak berkesudahan. Saya sering mendengar kisah Entrepreuner bingung memberikan perintah karena hasil tak sesuai rencana atau kemampuan jauh dibawah harapan.

Bukankah syarat sukses  organisasi adalah kemampuan mengelola  Sumber Daya, Sumber Dana maupun sumber-sumber lainya?

Berikut beberapa tips sederhana yang harus dilakukan jika kita mulai merekrut  team impian dalam rangka memenuhi kebutuhan  :

  1. Tuliskan spesifikasi kebutuhan calon karyawan, mulai usia, pendidikan, pengalaman dan skill, kompetensi yang menjadi syarat untuk mengisi posisi lowong yang ditawarkan untuk dipenuhi. 
  2. Meski sederhana mulailah membuat konsep tertulis : standar test yang akan diujikan, misal tes administrasi seperti kesahihan  ijasah sebagaimana yang disyaratkan, identitas KTP, keterangan pengalaman kerja. Tuliskan konsep tes wawancara apa saja yang ingin ditanyakan untuk mendalami informasi yang kita butuhkan. Tuliskan konsep Tes Tulis yang akan diujikan dan seterusnya. Tuliskan konsep skill yang akan kita ujikan dalam bentuk praktek untuk memastikan kesesuaian  antara yang tertulis di  riwayat kerja dengan kenyataan sesungguhnya. 
  3. Buat ringkasan tertulis jobdeskripsi yang akan kita berikan kepada calon pegawai sehingga tak ada ketimpangan antara kualifikasi tersedia dengan hasil seleksi. Isikan sederhana apa yang menjadi  tugas, wewenang dan tanggung jawab yang nanti akan dibagi 
  4.  Hindari merekruit calon karyawan hanya berdasar emosi, tanpa menggunakan jalur seleksi. Secara kasat mata tak sesuai kriteria tapi dipaksakan  masuk  melalu jalur pertemnanan, famili atau bahkan sekedar berasal dari referensi tak berisi. 
  5. Siapkan konsep pembekalan dan pelatihan tertulis yang akan diberikan kepada calon karyawan. Ingat bahwa mereka tak langsung siap kerja, dibutuhkan waktu untuk penyesuaian dengan pos pekerjaan.

Kandidat yang berpengalaman sekalipun tetap memerlukan pembekalan dan masa orientasi lingkungan kerja seperti budaya kerja, visi misi perusahaan, aturan dan tata tertib kerja. Siapapun dan dari latar belakang apapun akan siap menempati posisinya sesuai dengan kriteria yang kita harapkan.

Diperlukan sebuah persiapan, pengetahuan dan pendalaman proses rekruiment sehingga kita tak salah dalam melakukanya. Bukankah untuk mendapatkan gadget kita rela melakukan seleksi spesifikasi cermat sebelum kita memutuskan membelinya?  Fitur, fungsi harga  hingga pilihan  menu dan  jangkauan layanan dikaji untuk mendapatkan barang yang sesuai .

Keputusan ada ditangan kita, merekruit karyawan dengan cara tepat untuk membangun “The Dream Team” dan segera melesat menjadi hebat atau  asal mengambil talent  dan sesal kemudian tiada berguna (LSe).

 
Top