SOP-Pusdatin-KEMENKES-RI



Hari Jum’at Petang, 8 Maret 2013 meski rintik hujan sedang mengguyur kawasan wisata Ciater, Subang Jawa Barat tak membuat semangat peserta beringsut surut . Perjalanan Jauh dari Ibukota ke Venue lumayan menyisakan kepenatan, tapi Peserta antusias  menyimak materi Implementasi SOP untuk siasati keluhan Pelanggan.

Tema yang dibawakan oleh Lukman Setiawan dari LSe Access Surabaya adalah Klaim dan Defect Pintu Harapan Kearah Perbaikan Sistem Berkelanjutan- Public Sector Series. Acara ini adalah pembuka  rangkaian Capacity Building Peningkatan Kapasitas Pegawai Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kementerian Kesehatan RI.
Suasana-workshop-SOP-PUSDATIN-KEMENKES-RI

Panitia berharap dikalangan peserta akan makin tumbuh kesadaran  bahwa Sistem Informasi Kesehatan memegang peranan strategis. Caranya dengan selalu berusaha menjaga terjaminya ketersediaan dan kualitas Produk Data yang dihasilkan sehingga dapat mensupport proses pembangunan  Kesehatan Masyarakat sehat mandiri dan berkeadilan pada tahun 2014.

Pembicara menyatakan “Customer PUSDATIN KEMENKES adalah Proses berikut, artinya siapapun yang mengkonsumsi dan berkepentingan dengan Produk Datanya perlu didengarkan  segala keluhan dan masukanya”. Jika tidak ada keluhan dari customer yang mesti dilakukan adalah inisiatif turun ke lapangan-turun kebawah mencari hal yang bisa diperbaiki. Satuan ukurnya adalah mencari ide berkonsep perbaikan lebih mudah, murah ataupun lebih cepat.
Master-Trainer-SOP-di- Capacity-Building-Pusdatin-KEMENKES-RI

Jika ada keluhan dari pelanggan selain didengarkan dan dicatat yang terpenting lakukan follow up hingga ketemu akar masalah. Methode yang disharingkan adalah menggunakan konsep 5 WHY ala TOYOTA.

Pertanyaan demi pertanyaan yang sambung menyambung dari audience menggambarkan bagaimana materi ini sangat direspon positif. Tak kurang Kepala PUSDATIN dr.Jane Soepardi menggaris bawahi methode Kupas Masalah dengan 7 Langkah sangat relevan dan cocok  dengan kebutuhan PUSDATIN. Beliau menyampaikan kepada semua yang hadir untuk dapat mulai diterapkan dalam praktik kerja yang sesungguhnya.

Model SOP manufacturing ala TOYOTA Production Sytem, diperkaya dengan konsep Kaizen dan ISO sekali lagi mampu memberikan pencerahan dan solusi dilingkungan Public Sector. System yang telah teruji dan membawa TOYOTA ke kancah pemuncak perusahaan berkelas World Class. Maka tak salah kita belajar dari sang jawara bukan berkaca dan mengekor kepada teori yang belum teruji dalam bukti.

Saat adzan Maghrib berkumandang sayup di kejauhan acara ini disudahi dengan harapan pertemuan ini akan  menginspirasi dengan amunisi pemahaman yang tepat tentang SOP. (LSE)
 
Top