Cita cita adalah impian- buah dari keinginan, didalamnya adalah kristalisasi harapan menembus rintangan.
Bukan hanya manusia yang dapat memiliki cita-cita. Organisasipun boleh, bahkan sangat direkomendasikan berpunya cita cita, harapan dan impian. Para pendiri saat memutuskan memulai bisnis tentu punya harapan akan dibawa kemana bahtera usahanya.

Visi ini adalah destinasi yang ingin dicapai, tetapi tidak pernah secara utuh dapat dicapai, seperti mengejar bintang atau horison bumi. Luas, fundamental, menginspirasi, bersifat  jangka  panjang Boleh kita  rumuskan secara sederhana sebagai pandangan hidup ideal, Impian  Perusahaan di masa depan.

Beberapa kali saya menangani Organisasi yang mengalami Stagnasi dikarenakan ketiadaan perumusan harapan secara tertulis. Yang berhasil menuliskan biasanya juga berhenti  hanya sampai formalitas  ritual sekadar punya tapi  tak tahu kegunaan.

Sebelum Kita menetapkan  Standar Operasi Prosedur baku dan berpemastian, basic organisasi ini harus telah dirumuskan . Tujuanya agar  dapat mencapai :
1.    Kepuasan Kerja  Pegawai  maksimal
2.    Pegawai memiliki Komitmen dan  Loyalitas  puncak.
3.    Pegawai memiliki kebanggan sebagai bagian dari team /Esprit De Corps
4.    Terdapat kejelasan nyata mengenai nilai organisasi
5.    Kebanggaan bertumbuh menjadi bagian Organisasi

Visi harus membumi mudah diimplementasi, Wahana untuk merealisasi mimpi. Maka lazim dituangkan dalam  sebuah Misi.  Merupakan terjemahan nyata dan konkrit dari visi perusahaan.   Statemen sederhananya : maksud alasan kenapa kita berbisnis? Sehingga Misi merupakan panduan kerja.

Visi –Misi pada akhirnya harus disederhanakan, menjadi Nilai yang tertuang dalam Kebijakan Organisasi. Setiap tahun Kebijakan dapat dirumuskan disesuaikan dengan tema target yang ingin didapat.
Tiga Pilar destinasi pencapaian : Visi-Misi –Policy yang terintegrasi harus dituliskan dan mampu diadaptasi menjadi sebuah rencana kerja yang terukur dan terstruktur.

Jika kita memiliki Visi Misi yang tidak bersambung dengan kebijakan perusahaan, maka antara arah dan perjalanan tidak berkorelasi. Kebijakan perusahaan harus tertulis dalam  wujud aktivity plan  mampu menjadi percepatan jembatan yang mengakselerasi menuju tujuan yang diinginkan. 

Aktivity Plan merupakan penjabaran tujuan yang disederhanakan dalam kegiatan, tak boleh menyimpang dari garis Visi-Misi dan Nilai yang tertuang dalam Policy Tahunan perusahaan.

Impian harus dituliskan, caranya ditetapkan menjadi sebuah rencana kerja relevan. Tak ada yang mustahil asal kita mampu mengemas sederhana mudah. Bagaimana menurut Anda? (LSe)


 
Top