"Ikatlah Ilmu dengan menuliskanya" (Imam Ali bin Abi Thalib R.A)


 Bicara dan mendengar telah menjadi keseharian dalam kebiasaan. Pesan dan keinginan mudah tersampaikan hanya dengan bersuara dan menyimaknya.

Keduanya relatif mudah tak membutuhkan ketrampilan. Tetapi menuliskan butuh keberanian berbalut kemampuan. Harus ada ketrampilan mengemas kata, merangkai kisah dalam bingkai cerita. Jika tak piawai menyuguhkan pesan, inti persoalan tak tersampaikan. Ujungnya banyak yang memilih bicarakan langsung daripada harus menuliskan.

Padahal tulisan tetaplah diperlukan untuk mengikat ilmu dan pengetahuan agar tak terlepas dari genggaman. Standar Operasional Prosedur/SOP mulai jadi bahan perbincangan, terutama bagi mereka yang sadar organisasi harus dikelola tak cukup hanya dibiarkan. SOP merupakan sarana termudah rumuskan langkah panduan, suluh kegelapan, penerang kebingungan.

Tapi timbul pertanyaan kapan ideal sebuah SOP perlu dituliskan? Ada yang berpandangan sebelum organisasi dijalankan, tetapkan dahulu panduan meski belum ada kegiatan. Pandangan berlawanan menyebutkan. SOP dibakukan setelah kegiatan telah berjalan. Artinya jalankan dulu apa yang direncanakan, berikutnya bakukan kegiatan dalam tulisan.


Sekarang mari kita kupas pendapat mana yang paling pas. Jika menuliskan sebelum kegiatan itu ada, artinya kita akan lebih banyak berwacana daripada berdasar kajian nyata. Sebab yang dirumuskan hanya menerka-nerka belum ada fakta didalamnya. Pandangan ini membingungkan, karena ada tambahan syarat permintaan uji kelayakan SOP sebelum dipraktikan.


Terus berdasarkan landasan apa kita melaksanakan pengujian jika kegiatan belum mulai berjalan? Inilah absurditas cara membingungkan bagi pemula yang mulai mencoba membangun SOP nya. Sekarang kita kupas pendapat kedua, laksanakan kegiatan dulu baru lakukan pembakuan. Mulailah laksanakan apa yang telah direncanakan meski banyak kekurangan.

Action dulu tanpa menunggu sempurnannya proses dan prosedur yang dijalankan. Karena lebih mudah menetapkan panduan jika kita telah memiliki landasan berdasar aktualitas nyata dilapangan. Ingat basic pemikiran SOP, tuliskan apa yang dilakukan dan konsisten lakukan hanya apa yang telah dituliskan. Ikatlah SOP dengan menuliskan, sehingga ada kejelasan langkah berpemastian. Rubahlah yang awam jadi paham.(LSe)
 
Top